KEPUTUSAN UNTUK MENINGGALKAN
Tema: Keputusan Iman yang Mengubah Arah Hidup
Rut 1:16 (TB)
“Tetapi kata Rut: ‘Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau, sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi… bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.’”
Pendahuluan
Hidup manusia sangat ditentukan oleh keputusan. Ada keputusan kecil yang dampaknya sementara, tetapi ada juga keputusan besar yang menentukan arah hidup, identitas, bahkan masa depan.
Kitab Rut pasal 1 memperlihatkan tiga perempuan dengan tiga respons berbeda terhadap krisis kehidupan:
Naomi: kembali karena kehilangan
Orpa: kembali ke masa lalu
Rut: meninggalkan masa lalu untuk masa depan dalam Allah Israel
Pasal ini bukan hanya kisah keluarga, tetapi kisah teologis tentang keputusan iman.
I. Naomi: Dari Kelimpahan Menuju Kehilangan
Naomi awalnya pergi ke Moab bersama suami dan anak-anaknya (Rut 1:1-2). Namun di Moab, ia mengalami:
Kehilangan suami
Kehilangan kedua anak
Kehilangan masa depan
Rut 1:5
“Dan perempuan itu ditinggalkan oleh kedua anaknya dan suaminya.”
Naomi mengalami krisis total.
Pelajaran:
Kadang keputusan manusia yang tampak logis bisa membawa kita pada ruang kehilangan jika tidak dituntun Tuhan.
II. Orpa: Keputusan untuk Kembali ke Masa Lalu
Naomi kemudian mendorong kedua menantunya untuk kembali (Rut 1:8-9).
Rut 1:14
“Lalu Orpa mencium mertuanya itu dan pulang kembali kepada bangsanya.”
Orpa:
menangis
berpisah
tetapi akhirnya kembali ke Moab
Makna rohani:
Orpa melambangkan orang yang:
hampir ikut Tuhan,
hampir berubah,
tetapi akhirnya kembali ke zona lama.
Emosi tidak cukup untuk mempertahankan iman.
III. Rut: Keputusan Radikal untuk Meninggalkan
Berbeda dengan Orpa, Rut mengambil keputusan yang sangat tegas.
Rut 1:16–17
Rut menyatakan tiga perpindahan besar:
1. Meninggalkan bangsa lama
“Bangsamulah bangsaku”
2. Meninggalkan identitas lama
“Ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi”
3. Meninggalkan allah lama
“Allahmulah Allahku”
Ini bukan sekadar keputusan sosial, tetapi konversi iman.
A. Motivasi Rut: Kasih dan Iman
Rut tidak hanya setia kepada Naomi secara manusiawi, tetapi juga:
Ia menerima Allah Israel
Ia bersumpah demi nama TUHAN (YHWH)
Rut 1:17
“TUHAN kiranya menghukum aku…”
Ini menunjukkan:
komitmen spiritual
bukan sekadar hubungan keluarga
B. Rut sebagai Gambar Gereja
Tradisi gereja melihat Rut sebagai gambaran umat Allah:
meninggalkan dunia lama
masuk ke umat Allah
bersatu dengan perjanjian baru
Roma 15:10
“Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya.”
IV. Teologi Keputusan: Meninggalkan untuk Masuk ke Kehidupan Baru
Keputusan Rut mengajarkan prinsip penting:
1. Tidak ada masa depan tanpa meninggalkan masa lalu
Iman selalu menuntut perpindahan:
dari lama ke baru
dari dunia ke Allah
dari kenyamanan ke ketaatan
2. Proses meninggalkan tidak selalu mudah
Rut tidak tahu:
masa depannya
risiko di Betlehem
tantangan ekonomi
Tetapi ia tetap melangkah.
3. Tuhan memakai keputusan kecil untuk mengubah sejarah besar
Keputusan Rut:
membuka jalan kepada Boas
melahirkan Obed
melahirkan Daud
membawa garis Mesias
V. Aplikasi untuk Kehidupan Kita
1. Apa yang Tuhan minta untuk kita tinggalkan?
kebiasaan lama
pola pikir lama
hubungan yang menjauhkan dari Tuhan
kehidupan rohani yang stagnan
2. Apakah kita seperti Orpa atau Rut?
Orpa: hampir ikut Tuhan, tapi kembali
Rut: meninggalkan total dan melangkah penuh iman
3. Keputusan iman selalu membawa kita lebih dekat kepada Tuhan
2 Korintus 5:17
“Jika seseorang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru.”
Ilustrasi
Seorang pendaki gunung harus meninggalkan base camp lama untuk mencapai puncak.
Selama ia masih membawa beban lama, ia tidak bisa naik lebih tinggi.
Demikian juga hidup rohani:
ada hal-hal yang harus ditinggalkan agar kita bisa naik lebih dekat kepada Tuhan.
Penutup
Kisah Rut pasal 1 mengajarkan bahwa:
Naomi menunjukkan realita penderitaan
Orpa menunjukkan keputusan setengah hati
Rut menunjukkan keputusan iman yang radikal
Dan dari keputusan Rut, Allah membangun sejarah keselamatan.
Pertanyaan reflektif:
Apa yang masih kita pertahankan yang seharusnya sudah kita tinggalkan?
Ajakan
Jika hari ini kita seperti Rut—yang telah meninggalkan masa lalu—maka:
tetaplah berjalan
tetaplah setia
tetaplah percaya
Karena Tuhan tidak hanya memanggil kita keluar dari masa lalu, tetapi juga membawa kita masuk ke masa depan yang Dia sediakan.
Related Articles